Dunia Pendidikan
Masih Perlukah Ujian Nasional?
Masih Perlukah Ujian Nasional?

Ujian nasional atau UN adalah dimana para siswa atau siswi Sekolah Dasar (SD),Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) melakukan ujian terakhir mereka yang harus mereka tempuh untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Dari tahun ke tahun di Indonesia di Negara kita ini selalu saja dilakukan ujian nasional dan banyak sekali yang selalu mengeluh tentang adanya ujian nasional ini dari kalangan pelajar sampai masyarakat. Ujian Nasional telah menjadi tradisi di Negara ini dan banyak dari pihak – pihak masyarakat beperndapat bahwa Ujian Nasional tidak harus dilaksanakan lagi dengan berbagai alasan yang merupakan keluhan,ocehan dari masyarakat dan para wali murid siswa dan siswi.

Banyak alasan yang menjadikan kenapa Ujian Nasional tidak harus dilakukan lagi,mulai dari bimbingan yang harus disiapkan sekolah misal nya jam tambahan bagi para siswa dan siswi tingkat akhir dimana adik adik kelas mereka sudah habis jam sekolah nya mereka masih di sekolah untuk melaksanakan jam tambahan. Lalu banyaknya Try Out yang harus dilakukan di sekolah atau di tempat les mungkin bagi siswa atau siswi yang mengikuti les di luar jam sekolah, dulu sewaktu saya di SMA sampai 5 kali Try Out nya. Dari kegiatan tersebut tentu saja dapat merepotkan siswa dan siswi serta orang tua yang harus membimbing putra dan putri mereka untuk sukses dalam melaksanakan Ujian Nasional. Belum lagi try out di tempat les (yang mengikuti les di luar jam sekolah) membuat para siswa dan siswi pusing tujuh keliling, belum lagi orang tua yang menabah pengeluaran untuk anaknya. Ini alasan kenapa Ujian Nasional harus di hapuskan di Indonesia.

Keluhan lain adalah dimana terjadi rendahnya kualitas lembar jawaban UN, tertukarnya paket-paket soal, kurangnya naskah soal dan lembar jawaban UN dan keterlambatan soal, di saat sekolah lain sudah mengerjakan soal masih ada salah satu sekolah yang belum mendapatkan soal dan ini di alami banyak sekolah. Siswa dan siswi sangat kecewa sekali dengan keadaan seperti ini. Mereka sudah belajar sampai larut malam, ternyata sesampai nya di sekolah mereka belum mendapat kan soal untuk mengerjakan, mereka sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik, tetapi apa daya naskah soal belum di terima oleh sekolah nya.

Lalu ada yang berpendapat bahwa memang ujian nasional itu harus sekali di hapuskan oleh bangsa Indonesia. Kenapa dia berependapat begitu? Karena kualitas pengajar di Indonesia itu belum rata. Contoh nya di Jakarta guru – guru yang mengajar di sekolah sekolah dapat meng akses jalan dengan lancar tanpa hambatan, bandingkan dengan pengajar yang ada di pedalaman desa, bukan hanya pengajar nya, siswa nya pun harus menempuh jarak yang jauh dengan melewati hutan yang lebat, belum lagi harus menyebrangi sungai yang cukup deras aliran air nya hanya untuk kesekolah dan melakukan ujian nasional yang belum tentu keabsahannya.

Itu adalah contoh bahwa Ujian Nasional harus sekali di hapuskan dari negeri ini. Jadi menurut saya yang lebih baik adalah penilaian hasil belajar siswa selama tiga tahun jangan hanya dinilai dari yang hanya dilakukan selama tiga hari. Tapi diadakan pengkalkulasian statistik hasil belajarnya selama ia belajar di sekolah itu. Sehingga faktor X ketidaklulusan itu dapat diperhitungkan dan tidak merugikan siswa. Lalu parameter yang digunakan jangan hanya dari nilai-nilai akademis seorang siswa saja, karena mungkin saja nilai-nilai yang didapatkannya itu selama proses belajar tidak murni hasilnya. Sehingga yang perlu diperhatikan adalah sikap dalam belajar dan akhlak siswa tersebut selama tiga tahun. Karena fungsi lembaga pendidikan tidak hanya membentuk sisi intelektuil dari sesorang, tapi juga moralitas dari individu itu.

Pada akhirnya, saya ingin menekankan sekali lagi. Dari beberapa kekurangan dan keutamaan Ujian Nasional yang sebagian telah saya beberkan di atas, apakah Ujian Akhir Nasional masih patut untuk dilaksanakan? Sebenarnya keputusan itu kita tidak dapat menentukannya, karena semua itu berada ditangan pemerintah dan kita hanya dapat memberi usul dan bersuara apa yang terpecik dalam benak kita semua.





Dunia Pendidikan Lainnya
Hambatan Perkembangan Perpustakaan
Hambatan Perkembangan Perpustakaan
Minggu, 20 November 2016 16:58 WIB
Sering kali sebuah instansi yang menginginkan perubahan dan berkembang, dalam konteks ini adalah perpustakaan, menjadi lebih baik harus menghadapi berbagai hambatan. Namun, hambatan-hambatan yang akan dihadapi seharusnya disikapi dengan bijak, tidak malah mematahkan semangat untuk mengadakan perubahan.
Buku Sumber Ilmu yang Tak Pernah Kering
Buku Sumber Ilmu yang Tak Pernah Kering
Minggu, 20 November 2016 16:51 WIB
uku merupakan sumber ilmu yang tak pernah kering sepanjang masa. Dari waktu ke waktu manusia haus akan ilmu, karena itu mereka membacanya untuk memuaskan rasa keinginan tahuannya terhadap lingkungan disekitarnya. Bahkan orang-orang menyebutnya adalah jendela dunia, karena seluruh informasi-informasi di dunia terangkum menjadi satu didalam sebuah buku yang dapat dibaca kapanpun dan dimanapun berada.
​Pendidikan Karakter Untuk Membangun Bangsa
​Pendidikan Karakter Untuk Membangun Bangsa
Minggu, 20 November 2016 16:42 WIB
Pendidikan adalah hal yang sangat dianggap penting di dunia, karena dunia butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun Negara yang maju. Tapi selain itu karakter pun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan juga pada karakter dari pribadi dari setiap orang.